PCNU Purbalingga Kembali Bantu Korban Banjir Bandang, Bantuan Disalurkan Melalui Posko NU Peduli

 


Aspirasi News Purbalingga - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Purbalingga beserta Banomnya kembali mengunjungi warga yang terdampak bencana alam banjir bandang di lereng gunung Slamet, Jumat (30/1/2026) siang. Kunjungan kali ini menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Desa Serang dan Sangkanayu. 

Dipimpin oleh Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Purbalingga, KH. Ulil Arkham, rombongan yang membawa bantuan diberangkatkan dari halaman kantor PCNU untuk menuju Posko PCNU di Desa Serang, Kecamatan Karangreja.

Turut hadir dalam rombongan, Ketua dan pengurus PCNU, Ketua dan Pengurus PKB Kabupaten Purbalingga, Ketua dan pengurus Lazisnu, Ketua dan Pengurus LP Ma'arif, Ansor, Fatayat, Muslimat, Banser, IPNU dan IPPNU serta LTN-NU.

Sekretaris PCNU Kabupaten Purbalingga, H. Salim Efendi mengatakan, bantuan yang disalurkan berupa uang tunai sumbangan dari warga NU yang dikumpulkan oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) , sembako, pakaian, dan sejumlah alat kebutuhan rumah tangga. 

"Kita salurkan donasi dari Nahdliyyin yang dikumpulkan melalui Lazisnu. Kemudian ada sembako, pakaian dan peralatan rumahtangga sumbangan dari PKB kabupaten Purbalingga," katanya.

Salim Efendi menejelaskan, gerakan PCNU perduli bencana alam banjir bandang di lereng gunung Slamet telah berlangsung sejak hari pertama paska kejadian. Melalui Banser, bantuan evakuasi warga terdampak dan aksi bersih lingkungan terdampak telah dilakukan dari hari pertama hingga berita ini diturunkan masih berlangsung. 

Kemudian, PCNU mendirikan Poko NU Peduli Kebencanaan dan Dapur Umum di Desa Serang sebagai pusat komando dan penyaluran bantuan.  Sejak hari pertama posko berdiri hingga hari ini, Jumat (30/1/2026) terus mengalir bantuan dari berbagai pihak ke Posko dan siap disalurkan kepada penerima manfaat, yakni warga yang terdampak bencana.

"Hari ini PCNU menyalurkan bantuan kepada 7 warga yang rumahnya rusak parah, bahkan rata dengan tanah," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, rombongan dari PCNU berkesempatan ta'ziah ke rumah orang tua almarhumah Solihah (26), warga yang meninggal akibat terseret arus sungai yang berada di dekat rumahnya. 

Menurut keterangan warga setempat, Solihah merupakan gadis yang taat beragama . Dirinya juga berkegiatan sebagai guru ngaji di sebuah Madrasah Diniyah. 

Pada saat terjadi bencana banjir bandang, dirinya tinggal sendirian di rumah orang tuanya. Ibu kandungnya  berada di Jakarta, sedang adik laki-lakinya yang biasa tinggal bersama sedang tidur di rumah temannya. 

Sementara itu, Dansatkocab Banser kabupaten Purbalingga, Imam Maftuhin mengatakan, ratusan anggota Banser masih terus berjibaku di lokasi bencana. Mereka turun ke lokasi sejak paska kejadian, membantu mengevakuasi korban, membantu membersihkan material lumpur, kayu, batu dan benda lainnya.

"Mereka datang silih berganti, tidak pernah untuk membantu tim SAR, BPBD di lokasi bencana. Namun secara pribadi, banyak anggota Banser dari lingkungan lokasi bencana yang turun ke jalan sejak pagi hari saat bencana. Cuma mereka tidak mengenakkan identitas, jadi tidak terlihat sebagai anggota Banser," katanya.(Angga)

0 Komentar